Kamis, 04 Oktober 2012

Manajemen Modal Kerja

A. Pengertian Modal Kerja



Setiap perusahaan membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalkan memberikan persekot pembelian bahan upah,  membayar upah buruh, gaji pegawai, dan lain sebagainya, dimana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya. Uang yang masuk berasal dari penjualan produk tersebut akan segera dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Dengan demikian maka dana tersebut akan terus menerus berputar setiap periodenya selama hidupnya perusahaan.

B. Konsep Modal Kerja

Mengenai pengertian modal kerja dapat dikemukakan beberapa konsep, yaitu:
1. Konsep Kuantitatif


Dalam konsep kuantitatif pengertian modal kerja adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Karena konsep ini mendasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam aktiva lancar akan mengalami perputaran dalam waktu yang pendek. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (gross working capital)
      
2. Konsep Kualitatif


Dalam konsep kualitatif pengertian modal kerja dikaitkan dengan besarnya hutang lancar atau hutang yang harus dibayar segera dalam jangka pendek.  Dengan demikian maka sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban finansil yang segera harus dilakukan, dimana bagian aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai operasinya perusahaan untuk menjaga likuiditasnya. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja neto (net working capital). 

3. Konsep Fungsional


Dalam konsep ini, besarnya modal kerja adalah didasarkan pada fungsi dari dana untuk menghasilkan pendapatan. Bedasarkan definisi itu maka pengertian “non working capital” adalah dana yang tidak menghasilkan current income, atau kalau menghasilkan current income adalah tidak sesuai dengan maksud utama didirikannya perusahaan tersebut. Misalnya suatu perusahaan dagang tekstil yang menanamkan sebagian dananya dalam surat obligasi pemerintah. Dana yang ditanamkan dalam obligasi tersebut menghasilkan current income yaitu dalam bentuknya bunga obligasi (coupon). 

C. Jenis-jenis Modal Kerja

Modal kerja merupakan kekayaan atau aktiva yang diperlukan oleh perusahaan untuk menyelenggarakan kegiatan sehari – hari yang selalu berputar dalam periode tertentu. Modal kerja dalam suatu perusahaan (W.B. Taylor) dapat digolongkan sebagai berikut:

 1. Modal Kerja Permanen

Yaitu modal kerja yang harus tetap ada pada perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya, atau dengan kata lain modal kerja yang secara terus menerus diperlukan untuk kelancaran usaha. Permanent working capital ini dapat dibedakan dalam: 
1. Modal Kerja Primer yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitas perusahaan.

2. Modal Kerja Normal yaitu jumlah modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi pada kapasitas normal. Kapasitas normal disini memiliki pengertian yang fleksibel menurut kondisi perusahaannya.

 2. Modal Kerja Variabel

Yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah – ubah sesuai dengan perubahan keadaan, dan modal kerja ini dibedakan antara:
1. Modal Kerja Musiman yaitu sejumlah modal kerja yang besarnya berubah – ubah disebabkan oleh perubahan musim 
2. Modal Kerja Siklis yaitu sejumlah modal kerja yang besarnya berubah–ubah disebabkan oleh perubahan permintaan produk
3. Modal Kerja Darurat yaitu modal kerja yang besarnya berubah-ubah yang penyebabnya tidak diketahui sebelumnya (misalnya kebakaran, banjir, gempa bumi, buruh mogok, dan sebagainya).

D. Tujuan Modal Kerja

Mengelola aktiva lancar dan hutang lancar sehingga diperoleh modal kerja netto yang layak dan menjamin tingkat likuiditas perusahaan.

E. Perputaran Modal Kerja

Periode perputaran Modal Kerja dimulai dari saat dimana kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas. Semakin pendek periode tersebut, semakin cepat (tinggi) perputarannya.
Tingkat perputaran modal kerja dalam 1 tahun diketahui dengan cara menbagi tahun dalam bulan atau hari dengan periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja. Diketahui:

-          Periode perputaran modal kerja (k1-k2) = 1 bulan, maka tingkat perputaran modal modal kerjanya 12 kali dalam 1 tahun
-          Jika k1-k2 = 2 bulan, tingkat perputaran modal kerja 6 x setahunnya
-          Jika k1-k2 = 3 bulan, tingkat perputaran modal kerja 4 x setahunnya
-          Jika k1-k2 = 4 bulan, dimana barang harus dibayar dulu sebulan sebelum barang diterima, periode penyimpanan dan penjualan meliputi waktu 2 bulan penerimaan piutang 1 bulan, Tingkat Perputaran (turnover rate) modal kerja/aktiva lancar dapat pula dihitung dari neraca & income statement pada suatu saat tertentu, dengan cara:
Current Asset Turnover = Net Sales / Current Asset Atau Net Sales / Average Current Asset

 F. Penentuan Besarnya Kebutuhan Modal Kerja



Besar Kecilnya Modal Kerja tergantung dari 2 faktor :
1. Periode perputaran atau periode terikatnya modal kerja
Merupakan keseluruhan atau jumlah dari periode yang meliputi jangka waktu pemberian kredit beli, lama penyimpanan bahan mentah di gudang, lamanya proses produksi, lamanya barang disimpan di gudang, & jangka waktu penerimaan piutang.
2. Pengeluaran kas rata-rata setiap hari
Merupakan jumlah pengeluaran kas rata-rata setiap hari untuk keperluan bahan.


Sumber : Modul Lab Manajemen Menengah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar