Selasa, 27 September 2011

Tugas Softskill "Ekonomi Koperasi" 1 semester 3


a. Apa itu Koperasi???
Nama koperasi pasti pernah kita dengar di masyarakat, seperti KUD (Koperasi Unit Desa), KSP (Koperasi Simpan Pinjam), KSU (Koperasi Serba Usaha), dan lain sebagainya. Nama koperasi sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu co-operation, co berarti bersama dan operation yang berarti bekerja. Sehingga arti koperasi sendiri adalah bentuk organisasi yang dilakukan sekelompok orang/anggota secara bersama demi kepentingan bersama. Tujuan koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Di Indonesia kegiatan koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1) yang isinya "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaaan." 
b. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia 
Zaman dahulu bangsa Indonesia telah mengenal kekeluargaan dan ke gotong-royongan yang di praktekkan oleh nenek moyang kita. Kebiasaan nenek moyang yang turun-temurun itu sehingga dapat di jumpai di berbagai daerah di Indonesia ,misalnya : Daerah Jawa Tengah dengan istilah patembayan atau paguyuban, Jawa Timur dengan istilah paketan dan mitra cai, ruing mumpulung di daerah Jawa Barat, mapalus di daerah Sulawesi Utara, Subak di Bali yang terkenal dengan kerja sama pengairannya, dan julo-julo di daerah Sumatera Barat merupakan hubungan sosial nonprofit dan menunjukkan usaha atau kegiatan atasdasar kadar kesadaran berpribadi dan kekeluargaan. Bentuk-bentuk ini yang lebih bersifat kekeluargaan, ke gotong-royongan, hubungan sosial, non-profit ,dan kerjasama disebut Pra Koperasi. Pelaksanaan yang bersifat pra-koperasi terutama di pedesaan masih dijumpai, meskipun arus globalisasi sudah merambah masuk ke wilayah pedesaan. 
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada pertengahan abad ke-18 telah mengubah dunia. Berbagai penemuan di bidang teknologi (revolusi industri) membuat tatanan dunia perekonomian yang baru. Tatanan dunia ekonomi menjadi terpusat pada keuntungan perseorangan atau pemilik modal (kapitalisme). Kaum kapitalis atau pemilik modal memanfaatkan penemuan baru tersebut untuk memperkaya dirinya dan memperkuat kedudukan ekonominya. Hasrat serakah ini melahirkan persaingan bebas tidak terbatas. Sistem ekonomi kapitalis/liberalis memberikan keuntungan yang besar kepada pemilik modal dan melahirkan kemeralatan dan kemiskinan bagi masyarakat ekonomi yang lemah.
Semakin berpengaruhnya globalisasi di perekonomian Indonesia sehingga membuat masyarakat yang menengah ke bawah merasa tertindas dan berupaya memperbaiki ekonomi mereka dengan mendirikan koperasi. sejarah perkembangan koperasi Indonesia secara garis besar dapat dibagi dalam “ dua masa ”, yaitu masa penjajahan dan masa kemerdekaan.

Masa Penjajahan

Di masa penjajahan Belanda, gerakan koperasi pertama di Indonesia lahir dari inisatif tokoh R. A. Wiriaatmadja pada tahun 1986. Beliau berjasa menolong para pegawai, pedagang kecil dan petani dari hisapan lintah darat melalui koperasi. Beliau dibantu dengan E. Sieberg, Asisten Residen Purwokerto, mendirikan Hulp-enSpaar Bank. Cita-cita Wiriaatmadja ini juga mendapat dukungan dari Wolf van Westerrode, pengganti Sieberg. Mereka mendirikan koperasi kredit sistem Raiffeisen.
Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mereka mencoba memajukan koperasi rumah tangga ( koperasi konsumsi ). Serikat Islam pada tahun 1913 membantu untuk memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi. Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia ( PBI ) di Surabaya. Partai Nasional Indonesia ( PNI ) di dalam kongresnya di Jakarta berusaha menggelorakan semangat koperasi sehingga kongres ini sering juga disebut “ kongres koperasi ”.
Pergerakan koperasi selama penjajahan Belanda tidak dapat berjalan dengan semestinya karena pemerintah Belanda selalu berusaha menghalanginya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, kesadaran masyarakat atas koperasi sangat rendah akibat penderitaan yang dialaminya. Untuk membatasi laju perkembangan koperasi, pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan koperasi Besluit 7 April No. 431 tahun 1915. Berdasarkan peraturan ini rakyat tidak mungkin mendirikan koperasi karena :
  1. mendirikan koperasi harus mendapat izin dari gubernur jenderal
  2. akta dibuat dengan perantaraan notaris dan dalam bahasa Belanda
  3. ongkos materai sebesar 50 golden
  4. hak tanah harus menurut hukum Eropa
  5. harus diumumkan di Javasche Courant yang biayanya juga tinggi
Peraturan ini mengakibatkan munculnya reaksi dari kaum pergerakan nasional dan para penganjur koperasi. Oleh karena itu, pada tahun 1920 pemerintah Belanda membentuk “ Panitia Koperasi ” yang diketuai oleh J. H. Boeke. Panitia ini bertugas untuk meneliti mengenai koperasi. Setahun kemudian, panitia itu memberikan laporan bahwa koperasi perlu dikembangkan. Pada masa penjajahan Jepang, koperasi mengalami nasib yang lebih buruk. Kantor Pusat Jawatan Koperasi diganti oleh pemerintah Jepang menjadi Syomin Kumiai Cou Jomusyo dan Kantor Daerah diganti menjadi Syomin Kumiai Saodandyo. Kumiai yaitu koperasi model Jepang, mula-mula bertugas untuk mendistribusikan barang-barang kebutuhan rakyat. Hal ini hanya alat dari Jepang untuk mengumpulkan hasil bumi dan barang-barang kebutuhan untuk Jepang. Walau hanya berlangsung selama 3,5 tahun tetapi rakyat Indonesia mengallami penderitaan yang jauh lebih dahsyat. Jadi, dalam masa penjajahan Jepang koperasi Indonesia dapat dikatakan mati.


Masa Kemerdekaan
Setelah bangsa Indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali kehidupan ekonomi. Sesuai dengan tuntutan UUD 1945 pasal 33, perekonomian Indonesia harus didasarkan pada asas kekeluargaan. Dengan demikian, kehadiran dan peranan koperasi di dalam perekonomian nasional Indonesia telah mempunyai dasar konstitusi yang kuat. Di masa kemerdekaan, koperasi bukan lagi sebagai reaksi atas penderitaan akibat penjajahan, koperasi menjadi usaha bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Hal ini sangat sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.


Pada awal kemerdekaan, koperasi berfungsi untuk mendistribusikan keperluan masyarakat sehari-hari di bawah Jawatan Koperasi, Kementerian Kemakmuran. Pada tahun 1946, berdasarkan hasil pendaftaran secara sukarela yang dilakukan Jawatan Koperasi terdapat sebanyak 2.500 buah koperasi. Koperasi pada saat itu dapat berkembang secara pesat. 
Namun karena sistem pemerintahan yang berubah-ubah maka terjadi titik kehancuran koperasi Indonesia menjelang pemberontakan G30S / PKI. Partai-partai memenfaatkan koperasi untuk kepentingan partainya, bahkan ada yang menjadikan koperasi sebagai alat pemerasan rakyat untuk memperkaya diri sendiri, yang dapat merugikan koperasi sehingga masyarakat kehilangan kepercayaannya dan takut menjadi anggota koperasi.


Kehadiran dan peranan koperasi dalam perekonomian nasional merupakan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat. Masa pasca kemerdekaan memang dapat dikatakan berkembang tetapi pada masa itu membuat perkembangan koperasi berjalan lambat. Namun keadaannya yang seperti itu, pada tahun 1947 pemerintah berhasil melangsungkan Kongres Koperasi I di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kongres Koperasi I menghasilkan beberapa keputusan penting, antara lain :
  1. mendirikan sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia ( SOKRI )
  2. menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi
  3. menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi
Akibat tekanan dari berbagai pihak misalnya Agresi Belanda, keputiuasab Kongres Koperasi I belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, pada tanggal 12 Juli 1953, diadakanlah Kongres Koperasi II di Bandung, yang antara lain mengambil putusan sebagai berikut :
  1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia ( Dekopin ) sebagai pengganti SOKRI
  2. Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah
  3. Mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia
  4. Segera akan dibuat undang-undang koperasi yang baru
Hambatan-hambatan bagi pertumbuhan koperasi antara lain disebabkan oleh hal-hal berikut :
  1. kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah
  2. pengalaman masa lampau mengakibtakan masyarakat tetap merasa curiga terhadap koperasi
  3. pengetahuan masyarakat mengenai koperasi masih sangat rendah
Untuk melaksanakan program perkoperasian pemerintah mengadakan kebijakan antara lain :
  1. menggiatkan pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi
  2. memperluas pendidikan dan penerangan koperasi
  3. memberikan kredit kepada kaum produsen, baik di lapangan industri maupun pertanian yang bermodal kecil
Organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi sangat perlu diperbaiki. Para pengusaha dan petani ekonomi lemah sering kali menjadi hisapan kaum tengkulak dan lintah darat. Cara membantu mereka adalah mendirikan koperasi di kalangan  mereka. Dengan demikian pemerintah dapat menyalutrkan bantuan berupa kredit melalui koperasi tersebut. Untuk menanamkan pengertian dan fubgsi koperasi di kalangan masyarakat diadakan penerangan dan pendidikan kader-kader koperasi.
c. Prinsip koperasi
Menurut UU No. 25 tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperasi, yaitu :
  1. Koperasi Simpan Pinjam
    adalah koperasi yang bergerak di bidang simpan dan pinjam.
  2. Koperasi Konsumen
    koperasi beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatannya jual beli barang konsumsi.
  3. Koperasi Produsen
    koperasi beranggotakan para pengusaha kecil (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
  4. Koperasi Pemasaran
    koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya.
  5. Koperasi Jasa
    Koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.
d. Sumber Modal koperasi
Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas Modal Sendiri dan Modal Pinjaman.

Modal Sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut :
  1. Simpanan Pokok
    Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.
  2. Simpanan Wajib
    Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
  3. Dana Cadangan
    Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
  4. Hibah
    Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.
Adapun Modal Pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut :
  1. Anggota dan calon anggota
  2. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi
  3. Bank dan lembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku
  4. Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
  5. Sumber lain yang sah
e. Bentuk dan Jenis Koperasi

A. Bentuk Koperasi
Dalam pasal 15 UU No. 12 Tahun 1992 tentang perkoperasian disebutkan bahwa koperasi dapat berbentuk koperasi primer atau koperasi sekunder. Dalam penjelasan pasal 15 UU No. 12 Tahun 1992 disebutkan bahwa pengertian koperasi sekunder meliputi semua koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi primer dan atau koperasi sekunder, berdasarkan kesamaan kepentingan dan tujuan efisiensi, baik koperasi sejenis maupun berbeda jenis atau tingkatan. Koperasi sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya tiga koperasi yang berbadan hukum baik primer maupun sekunder. Koperasi sekunder didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan mengembangkan kemampuan koperasi primer dalam menjalankan peran dan fungsinya. Oleh sebab itu, pendirian koperasi sekunder harus didasarkan pada kelayakan untuk mencapai tujuan tersebut. Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang seorang dengan jumlah anggota minimal 20 orang, yang mempunyai aktivitas, kepentingan, tujuan, dan kebutuhan ekonomi yang sama. Koperasi primer memiliki otonomi untuk mengatur sendiri jenjang tingkatan, nama, dan norma-norma yang mengatur kehidupan koperasi sekundernya.
Dalam pasal 24 ayat 4 UU No. 25 Tahun 1992 disebutkan bahwa hak suara dalam koperasi sekunder dapat diatur dalam anggaran dasar dengan mempertimbangkan jumlah anggota dan jasa usaha koperasi anggota secara seimbang. Dengan demikian, di dalam koperasi sekunder tidak berlaku prinsip satu anggota satu suara, tetapi berlaku prinsip hak suara berimbang menurut jumlah anggota dan jasa usaha koperasi anggotanya. Prinsip ini dianut karena kelahiran koperasi sekunder merupakan konsekuensi dari asas subsidiary, yaitu adanya pertimbangan ada hal-hal yang tidak mampu dan atau tidak efisien apabila diselenggarakan sendiri oleh koperasi primer. Keberadaan koperasi sekunder berfungsi untuk mendukung peningkatan peran dan fungsi koperasi primer. Oleh sebab itu, semakin banyak jumlah anggota koperasi primer, semakin besar pula partisipasi dan keterlibatannya dalam koperasi sekunder. Kedua hal tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengatur perimbangan hak suara. 



B. Jenis-jenis Koperasi
Dalam pasal 16 UU No. 25 Tahun 1992 disebutkan bahwa jenis koperasi didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Dalam penjelasan pasal 16 UU No. 25 Tahun 1992 disebutkan bahwa dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan, dan kebutuhan ekonomi anggotanya, seperti koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi pemasaran, dan koperasi jasa. Berdasarkan kesamaan aktivitas, kepentingan, dan kebutuhan ekonomi anggotanya, dapat ditetapkan fungsi-fungsi koperasi secara tepat sesuai dengan keinginan anggota.
1. Jenis Koperasi menurut fungsinya
  • Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
  • Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
  • Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
  • Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.
Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multy purpose cooperative).
2. Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya
  • Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha.
  • Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.
Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya.
f. Contoh Koperasi di Wilayah Jakarta Utara 
1. Provinsi              : DKI Jakarta
    Kota                  : Jakarta Utara
    Alamat               : Jl. Tabah Raya no.19
    Nama Koperasi : Armada RI Kawasan Barat Pusat Koperasi (Kopal) TNI AL Sunter Complex


2. Provinsi              : DKI Jakarta
    Kota                  : Jakarta Utara
    Alamat               : 
Jl. Boulevard Barat Raya No. 1, Kelapa Gading
    Nama Koperasi : Induk Koperasi Angkatan Laut (Inkopal) Gading Marina Inkopal Building

Senin, 26 September 2011

KEPUTUSAN HATIKU

sudah terlalu lama ku menghilang
sudah terlalu lama ku bersembunyi,
dari hatimu dari kehidupanmu
inilah keputusanku
inilah jalan hidupku,
karena ku tak ingin merusak kebahagiaanmu

Terus ku melangkah 
meski ku tak tahu arah
karena ku akan buktikan
bahwa aku bisa bertahan...

Mencoba tuk berlari
berlari mengejar mimpi
karena kaulah yang ku cari
tak ada yang lain di hati...

Kamis, 28 April 2011

Hambatan Perdagangan Internasional

Banyak negara yang memperketat kebijakkan perdagangan internasional untuk negara lain, di karenakan negara yang bersangkutan ingin melindungi neraca pembayaran dan industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. Dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan macam-macam Hambatan Perdagangan Internasional sebagai berikut :
1.Tarif

Tarif adalah pembebanan pajak (custom duties) terhadap barang-barang yang melewati batas suatu negara. Tarif dapat di golongkan menjadi :

  • Bea Ekspor
Bea Ekspor (ekspor duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju negara lain. Jadi,pajak ini dipungut untuk barang-barang keluar dari negar yang memungut pajak. Misalnya, Indonesia memungut bea untuk barang-barang yang di ekspor ke luar negeri. Akibatnya barang menjadi mahal, dan karena itu , bisa sulit bersaing dalam hal harga di luar negeri.

  • Bea Transit
 Bea Transito (transit duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui wilayah suatu negara dengan ketentuan bahwa negara tersebut bukan merupakan tujuan akhir dari pengiriman barang. Misalnya, pengiriman barang dari Jerman ke Indonesia, tetapi transit dahulu di Jepang . Karena barng tersebut melalui Jepang maka Jepang memungut bea yang disebut bea transit (transit duties).

  •  Bea Impor
Bea impor (import dusties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barng-barang yang masuk dalam suatu negara dengan ketentuan negara pemungut pajak tersebut adalah merupakan negara tujuan akhir. Misalnya, orang Indonesia mengimpor mobil dari Jepang, maka mobil tersebut dikenai bea oleh pemerintah Indonesia. Bea impor tersebu menyebabkan harga mobil menjadi jauh lebih mahal.

  • Uang Jaminan Impor
Uang jaminan impor (import deposit) adalah persyaratan bagi importir suatu produk untuk membayar kepada pemerintah sejumlah uang tertentu pada saat kedatangan produk itu di pasar domestik (dalam negeri) sebelum penjualan dilakukan. Uang jaminan impor digunakan untuk membantu menghilangkan defisit (kekurangan) neraca pembayaran.
Pembebanan tarif terhadap suatu barang dapat mempengaruhi perekonomian negara, khususnya terhadapa pasar barang tersebut. Pengaruh yang terjadi antara lain sebagai berikut :
a. Timbulnya kenaikkan harga barang yang dikenakan tarif
b.  Jika kenaikkan harga cukup tinggi karena adanya tarif tersebut, maka masyarakat konsumen mungkin beralih membeli barang pengganti (substitusi) yang harganya relatif lebih murah.
c. Industri dalam negeri menjadi lebih mudah berkembang sebab harga industri saingan dari luar negeri naik.
d. Adanya pendapatan yang diterima oleh pemerintah dari tarif tersebut.
e. Adanya ekstra pendapatan yang dibayarkan oleh konsumen di dalam negeri kepada produsen di dalam negeri.
2. Kuota (Quota)

Kuota adalah pembatasan jumlah fisik terhadap barang yang di perdagangkan secara internasional. Kuota impor adalah pembatasan jumlah fisik barang -barang yang masuk ke dalam negeri dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah fisik barang-barang yang diekspor ke luar negeri.
Kuota terdiri atas bermacam-macam jenis, yaitu absolute, negotiated, tariff, dan mixing kuota.


a. Absolute atau unilateral quota, yaitu kuota yang besar/kecilnya ditentukan sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan dengan negara lain.
b. Negotiated atau bilateral quota, yaitu kuota yang besar/kecilnya di tentukan berdasarkan persetujuan oleh dua negara atau lebih.
c. Traffic quota, gabungan antara tarif dan kuota. Untuk sejumlah tertentu, barang diizinkan masuk (impor) dengan tarif tertentu, tetapi tambahan impor masih diizinkan dengan tarif yang lebih tinggi.
d. Mixing quota, membatasi penggunaan bahan mentah yang diimpor pada proporsi tertentu dalam memproduksi barang akhir.

3. Perjanjian Pembatasan Ekspor


Perjanjian pembatasan ekspor (eksport restraint agreement) adalah perjanjian sukarela antara negara pengekspor dan negara pengimpor dalam rangka membatasi volume perdagangan untuk barang tertentu. Perjanjian ini bertujuan melindungi produsen di negara pengimpor dari persaingan internasional. Misalnya, Indonesia dan Belanda menyepakati pembatasan ekspor daging sapi dari Indonesia tetap dapat di jual. Dengan begitu, para peternak sapi Indonesia tetap dapat menjalankan usahanya.

4. Pembatasan Valuta Asing

Pembatasan valuta asing (foreign exchange control) adalah pembatasan persediaan mata uang asing oleh bank sentral suatu negara. Kebijakkan ini bertujuan mengendalikan gangguan aliran modal jangka pendek yang mengganggu stabilitas nilai tukar mata uang negara bersangkutan. Kebijakkan pengendalian ini di gunakan selain membatasi jumlah mata uang asing yang tersedia juga menyeleksi barang-barang impor mana yang boleh masuk ke negara tersebut.


sumber : Buku IPS Ekonomi Suyanto*Nurhadi



Minggu, 27 Maret 2011

Pengetian Uang


A. UANG
1. Mengapa Kita Menggunakan Uang
         Pada masyarakat primitif, manusia hanya menggunakan barang yang dihasilkan sendiri. Mereka berproduksi untuk dikonsumsi sendiri.  Masyarakat yang demikian disebut masyarakat subsisten.
        Semakin lama, kebutuhan manusia semakin meningkat dan beragam sehingga tidak bisa lagi dipenuhi dengan kemampuan sendiri. Untuk dapat memenuhi kebutuhannya, manusia memerlukan orang lain. Karena inilah kemudian muncul perdagangan.
        Sebelum ada uang, manusia melakukan perdagangan dengan cara barter. Artinya, suatu barang ditukar dengan barang lainnya.
Contoh barter antara lain :
1. Seorang petani memerlukan cangkul. Untuk mendpapatkan cangkul tersebut, petani dapat     menukarnya dengan beras.  
2. Didik memerlukan seekor ayam, tetapi dia hanya mempunyai sebuah durian. Untuk itu, Didik harus mencari orang yang mempunyai ayam agar bisa ditukarkan dengan durian yang ia miliki. Akan tetapi, Didik belum tentu bisa menukarkan duriannyadengan ayam tersebut karena pemilik ayam belum tentu bersedia melakukan pertukaran. Hal itu bisa terjadi. Misalnya, pemilik ayam tidak ingin menukarkan ayamnya dengan durian atau pemilik ayam menganggap durian Didik terlalu kecil untuk ditukarkan dengan ayamnya.
         Karena pertukaran secara barter mengandung banyak kesulitan, maka untuk mempermudah mendapatkan barang yang diinginkan, manusia menggunakan barang perantara yang digunakan antara lain beras, besi, senjata, kulit binatang, biri-biri, gandum, jagung ,anggur, kuningan, tembaga, perak, dan emas.
2.  Asal-Usul Uang
        Uang pertama kali ditemukan dalam bentuk koin di sepanjang pesisir mediterania, sekitar tahun 700 SM. Namun, kebanyakkan orang berpendapat uang paling awal digunakan di Mesopotamia, sekitar tahun 2500 SM. Wujudnya berupa perak. Masyarakat Eufrat dan Tigris itu telah menggunakan perak sebagai alat tukar, penentu nilai suatu barang, dan penentu kemakmuran seseorang.
3. Pengertian Uang
        Setiap hari kita diberi uang saku yang dapat digunakan untuk membeli jajanan di kantin, membayar ongkos angkutan umum, menabung di koperasi siswa, dan sebagainya. Di tengah masyarakat, kita juga mengetahui bahwa uang dapat digunakan untuk membayar pajak, membayar rekening listrik, membayar utang, membeli barang dan jasa, dan sebagainya. Uang merupakan alat pembayaran yang sah. Uang yang ditetapkan oleh pemerintah berlaku di suatu wilayah Negara tertentu dan pada waktu tertentu.
4. Fungsi Uang
        Fungsi uang dapat dibedakan menjadi fungsi asli dan fungsi turunan.
a. Fungsi asli
- Uang sebagai alat tukar (medium of exchange)
- Uang sebagai alat hitung (unit of account)
b. Fungsi Turunan
- Uang sebagai alat pembayaran
- Uang sebagai alat penimbun kekayaan
5. Jenis Uang
        Uang yang beredar di tengah masyarakat dapat di bedakan menjadi uang kartal dan uang giral.
a. Uang Kartal
        Uang kartal dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang republik Indonesia (Perum Peruri).
       Uang yang kita gunakan sehari-hari untuk membeli barang dinamakan uang kartal. Uang tersebut misalnya, dapat digunakan untuk membeli buku di koperasi sekolah. Penjaga koperasi sekolah akan menerima uang tersebut dalam transaksi jual beli. Penjaga koperasi tidak boleh menolak pembayarn uang kita sebab uang tersebut dilindungi oleh undang-undang.
       Uang kartal yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia ada dua macam, yaitu uang logam dan uang kertas.
b. Uang Giral
        Simpanan uang di bank dapat berbentuk giro (rekening Koran) yang boleh diambil sewaktu-waktu. Pembayaran dengan uang giral dapat dilakukan dengan cek, giro bilyet, dan pemindahan telegrafis (telegraphic transfer).
·         Cek
Cek adalah surat perintah dari nasabah yang mempunyai simpanan di bank. Cek ditujukan oleh nasabah pada bank untuk membayar sejumlah uang secara tunai kepada pihak yang disebutkan dalam surat perintah (cek) tersebut.
·         Bilyet giro
Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah bank yang ditujukan pada suatu bank. Tujuan bilyet giro adalah untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nasabah pada rekening nasabah lain yang di tunjuk.
6. Nilai Uang
a. Nilai Nominal dan Nilai Intrinsik
Kita dapat membedakan nilai uang menjadi nilai nominal dan nilai intrinsic
- Nilai Nominal
Nilai uang yang sesuai dengan yang tertulis di atas uang.
- Nilai Intrinsik
Nilai uang di ukur dari biaya untuk membuat uang tersebut.
b. Nilai Internal dan Nilai Eksternal
- Nilai Internal Uang
Nilai uang dikatakan turun apabila dengan jumlah uang yang sama, jumlah barang yang dapat dibeli dengan uang tersebut menjadi lebih sedikit dari sebelumnya. Misalnya, dengan uang seribu rupiah kita bisa membeli beras Cianjur sebanyak satu kilogram. Padahal kita bisa membeli beras dengan jumlah uang yang sama sebanyak satu setengah kilogram setahun yang lalu. Dengan contoh ini, dapat dikatakan bahwa nilai uang turun. Nilaiuang yang dimaksud adalah nilai internal.
- Nilai Eksternal Uang (Kurs Mata Uang)
Karena setiap negara mempunyai mata uang, maka adanya hubungan ekonomi antarnegara menimbulkan kurs (nilai) mata uang untuk berbagai mata uang asing. Apabila orang Indonesia mengimpor barang dari Jepang, maka eksportir jepang menghendaki pembayaran dalam mata uang yen. Oleh karena itu, orang Indonesia tersebut harus menukarkan rupiahnya ke dalam mata uang yen.
7. Kebijakkan Moneter  
      Tingkat uang yang beredar harus selalu terkontrol agar selalu terjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Untuk mengontrol jumlah uang yang beredar, pemerintah dapat mengambil kebijakkan-kebijakkan moneter (monetary policy).
       Pemerintah melalui Bank Indonesia (Bank Sentral) dapat mempengaruhi peredaran uang melalui berbagai kebijakan berikut.
a. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah kegiatan pembelian dan penjualan surat-surat berharga yang dilakukan oleh Bank Sentral untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar.
b. Politik Diskonto
Politik diskonto adalah kebijakkan yang dilakukan oleh Bank Sentral untuk mengatur tingkat bunga yang berlaku.
c. Kebijakkan Cadangan Wajib (Cash Reserve Ratio)
Kebijakkan cadangan wajib adalah suatu kebijakkan Bank Sentral yang mengharuskan bank-bank umum untuk memelihara cadangan wajib.
d. Pengawasan Kredit dengan Selektif
Salah satu bentuk pengawasan kredit secara selektif adalah dengan menggunakan cara yang sering disebut himbauan moral. Bank Sentral secara informal turut mempengaruhi kebijakkan bank-bank umum, khususnya di bidang perkreditan.
8. Alasan Orang untuk Menahan Uang Tunai
    Menurut John Maynard Keynes ada tiga alasan/motif masyarakat menahan uang tunai, yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi.
a. Motif Transaksi (Transaksi Motive)
Motif transaksi adalah penyimpanan uang tunai oleh sesorang dengan alasan agar dapat melakukan transaksi (pembelian) yang bersifat rutin. Misalnya, Seorang ibu yang menyisihkan uang untuk keperluan pembelian beras dan bahan makanan lain yang diperlukan setiap hari.
b. Motif Berjaga-jaga (Precautionary Motive)
Motif berjaga-jaga adalah penyimpanan uang tunai oleh seseorang dengan alasan pengeluaran biaya yang tak di duga sebelumnya. Misalnya, ban sepeda bocor di jalan sehingga harus mengeluarkan biaya untuk menambal ban.
c. Motif Spekulasi (Speculative Motive)
Motif spekulasi adalah penyimpanan uang tunai oleh seseorang dengan alasan untuk mencari keuntungan. Misalnya, Orang yang berdagang surat-surat berharga (saham dan obligasi).


  

     


Rabu, 23 Maret 2011

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

A. PENGERTIAN APBN

APBN merupakan sebuah daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun untuk membiayai kegiatan-kegiatan pemerintah. Secara khusus APBN di susun dengan tujuan untuk mengatur pembelanjaan negara dari penerimaan yang di rencanakan supaya dapat mencapai sasaran yang di tetapkan, antara lain untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat.


B. FUNGSI APBN


1. Fungsi Alokasi
mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. dengan demikian, pembelanjaan atau pendapatan dapat di pertanggungjawabkan kepada rakyat. 
2. Fungsi Perencanaan
mengandung arti bahwa anggaran negara dapat menjadi pedoman bagi negara untuk merencanakan kegiatan pada tahun tersebut.
 3. Fungsi Pengawasan
anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan. 
4. Fungsi Alokasi
bahwa anggaran negara harus di arahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya serta meningkatakan efisiensi dan efektivitas perekonomian.
5. Fungsi Distribusi
bahwa kebijakkan anggaran negara harus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
6. Fungsi Stabilisasi
bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian. 
C. PENYUSUNAN APBN

Pada saat APBN di susun setidaknya terdapat enam sumber ketidak pastian yang berpengaruh besar dalam penentuan volume APBN, baik sisi pendapatan maupun belanja. Sumber ketidakpastiaan itu antara lain harga minyak bumi di pasar internasional, kuota produksi mentah yang di tentukan OPEC, pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (USD). Pemerintah lalu menetapkan angka-angka asumsi atas sumber ketidakpastian tersebut sebagai dasar penyusunan RAPBN. Penetapan angka asumsi dilaksanakan oleh suatu tim yang terdiri dari wakil-wakil dari Bank Indonesia, Departemen Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, dan Badan Pusat Statistik, yang bersidang secara rutin untuk membahas dan menetukan angka konsumsi. Perubahan-perubahan angka asumsi RAPBN masih sangat mungkin terjadi selama berlangsungnya proses pembahasan antara pemerintah dan DPR.

D. SUMBER-SUMBER PENDAPATAN NEGARA
  • Penerimaan Dalam Negeri
- Pajak 
- Bea Masuk
- Cukai
- Retribusi 
  •  Penerimaan Hibah
- Negara yang melakukan hubungan Bilateral
- Lembaga-lembaga Internasional

E. JENIS PEMBELANJAAN PEMERINTAHAN PUSAT


  • Belanja Pemerintah Pusat 
  1. Belanja Pegawai
  2. Belanja Barang
  3. Belanja Modal
  4. Pembayaran Bunga Hutang
  5. Subsidi
  6. Belanja Hibah
  7. Bantuan Sosial
  8. Belanja Lain-lain
  •  Belanja Untuk Daerah
-Dana Perimbangan :
  • Dana Bagi Hasil
  • Dana Alokasi Umum (DAU)
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) 
 - Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian 

SUMBER : Buku Ekonomi Kelas XI, Wahyu Adji * Suwerli * Suratno





Senin, 21 Februari 2011

Tugas Softskills "Perekonomian Indonesia"

Dalam kesempatan kali ini saya akan menjelaskan macam-macam sistem ekonomi di dunia. Sebelum saya menjelaskan sistem-sistem ekonomi tersebut saya akan menjelasakn pengertian dari sistem ekonomi. Sistem ekonomi merupakan sekumpulan unsur atau komponen ekonomi yang saling berhubungan dalam masyarakat. Komponen-komponen yang ada dalam sistem ekonomi tersebut adalah lembaga dan dengan segala aktivitas ekonominya yang berada di masyarakat. Secara umum, sistem perekonomian yang dianut oleh setiap negara digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu sebagai berikut :


1.Sistem Ekonomi Tradisional


Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang di terapkan oleh masyarakat zaman dahulu.
Sistem ekonomi ini masih menganut nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat yang sangat berpengaruh. Sistem ekonomi tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi yang semakin berkembang. 


Terdapat beberapa ciri sistem ekonomi tradisional sebagai berikut:
a) aturan yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan;
b) kehidupan masyarakatnya sangat sederhana;
c) kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan;
d) teknologi produksi yang digunakan masih sangat sederhana.
2. Sistem Ekonomi Terpusat
Sistem ekonomi terpusat merupakan sistem ekonomi yang dikendalikan pemerintah tanpa ada campur tangan swasta karena pihak swasta tidak memiliki wewenang dalam kegiatan sistem ekonomi ini.
ciri-ciri sistem perekonomian komando adalah sebagai berikut :
a) semua permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat;
b) kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara;
c) semua alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau pihak swasta tidak diakui.

3. Sistem Ekonomi Pasar  
Sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengolahan dan pemanfaatan sumber daya di dalam perekonomian yang dilakukan oleh individu dan terbebas dari campur tangan pemerintah.
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar, di antaranya sebagai berikut :
a) setiap individu memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi;
b) perekonomian diatur oleh mekanisme pasar;
c) peranan modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi;
d) peranan pemerintah dalam perekonomian sangat kecil;
e) hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh negara.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan organisasi ekonomi sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran, di antaranya sebagai berikut :
a) hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembetasan dari pemerintah;
b) kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya;
c) kepentingan umum lebih diutamakan;
d) campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Demikianlah macam-macam sistem ekonomi yang ada di dunia. Dan menurut saya Indonesia telah menganut sistem ekonomi campuran dikarenakan masyarakat dan pemerintah saling turut campur tangan dalam sistem ekonomi ini.
cukup sekian yang dapat saya jelaskan ini merupakan pendapat dari saya pribadi,dan sebagian pernyataan tentang sistem ekonomi di indonesia berasal dari sumber buku-buku ekonomi.

Selasa, 01 Februari 2011

Jalani Hidup dengan Semestinya tanpa Harus ada Penyesalan di Akhirnya

Mungkin sekarang kita ada dan masih bisa menikmati dunia
Tapi bagaimana jika esok kita tak ada dan tak lagi bisa menikmati dunia
1. Apakah kita masih bisa tertawa dan bercanda dengan Orang Tua kita, Sahabat kita, dan Orang yang ada d sekitar kita???
2. Apakah kita masih bisa melakukan kegiatan yang biasa kita lakukan sehari-hari??? 
Jawabannya pasti TIDAK
Tapi tenang kawan.....
memang hidup ini penuh rahasia bahkan setiap detik yang akan terjadi takkan pernah kita ketahui dan kita melewatinya pun tanpa ada rasa penyesalan yang berarti dan saat kita tak ada lagi di dunia ini kita baru menyesal dan penyesalan itu akan berlarut-larut terjadi sampai kita mendapat balasannya di akhir nanti...
Memang yang harus di garis bawahi adalah jalani hidup dengan semestinya tanpa harus ada penyesalan di akhirnya karena kita takkan tahu apa yang terjadi di setiap detik demi detik yang kita laluii...